Selamat datang di Catatan Harian Gue! Curhat, Menulis, Iseng-isengan, Informasi, dan Cerita keseharian gue tulis di blog ini. Selamat membaca... This is my other sides!

Kamis, 22 September 2016

Ketika Kesetiaan, dibalas Penghianatan

Duh, dah lama gk nulis. Jemari sedikit kaku.. Tapi gak apa, mari kita coba,
bissmillahirahmanirahim,


"Ketika kesetiaan, dibalas penghianatan"

Wow, judulnya ngeri ya, ?hehehehe, ini tentang penghianatan pasangan, ada yang pernah ngalamin gak?atau pernah menghianati?mudah-mudahan jangan ya, karena itu adalah hal yang merugikan. merugikan pasangan dan diri kita sendiri, kok bisa? ya karena selain akhirnya hubungan jadi hancur, kita akan kehilangan kepercayaan, dan untuk pihak yang dihianati pastinya akan sakit banget ya apalagi kalau selama ini setia. Sebenarnya hal seperti ini sangat lumrah terjadi, karena banyak faktor yang mempengaruhinya, faktor lingkungan, faktor psikis, faktor suasana hubungan ataupun faktor lain yang bisa menjadi pemicu.
Bagi kalian yang berhianat, apasi yang kalian cari dari melakukan hal itu?kesenangan, kepuasan, atau kebahagiaan?apa tidak ada cara lain buat dapetin itu selain berhianat? Kadang banyak orang melakukan itu tanpa berfikir, dan akhirnya menyesal kemudian. Apakah kalian yang berhianat pernah berfikir terlebih dahulu atau memikirkan efeknya?tentu sebagian besar tidak pernah berpikir, hanya melakukannya. Saran saya sih, mending dipikir baik-baik :D
Untuk kalian yang dihianati, apasih yang kalian lakuin menghadapi hal diatas?marah, biasa aja, atau pergi?Semua kembali ke diri sendiri sih, kalau saya pribadi, jika mengalami itu pasti akan saya tinggalin, apalagi udah pernah diberi kesempatan dan mengulangi lagi, tanpa ragu pasti pergi. Karena yakin aja, jika kamu sudah pernah dihianati, tidak akan menutup kemungkinan untuk terulang lagi, itu sudah menjadi seperti penyakit yang ada di hati. Memang sih mungkin ada yang akhirnya benar2 berubah, tapi?luka dihati, apa bisa di hilangkan hanya karena berubah. Ditambah hubungan jadi tidak harmonis dan pasti banyak pertengkaran yang terjadi dan mengungkit hal-hal yang telah lalu. Jadi daripada buang waktu, mending mencoba melupakan dan mencari yang lebih baik.

Sebenarnya ini tulisan gak penting sih, cuma pengen nulis aja, dan ungkapin yang ada di dalam hati. Jangan sampai rugi terus. karena hidup terus maju. maka majulan

Sabtu, 20 Agustus 2016

Rokok dan Kriminalitas


Jika membaca sekilas judul diatas tentu terkesan terlalu didramatisir, namun itulah tujuan utamanya. Mendramatisir sebuah keadaan akan memberikan suatu kepuasan tersendiri. Bahkan seorang sutradara film mendramatisir sebuah adegan film yang padahal bisa ditamilkan dengan biasa saja, tapi untuk mengejar kualitas tentu drama perlu memaenkan perannya. Terlepas dari drama itu sendiri, apa hubungan rokok dan kriminalitas? Tentu ada, jika kita membuka pola pikir kita atau kata lainnya berburuk pikiran atau negative thinking pasti didapatkan korelasi tersebut. Sebelum membahas lebih jauh mari kita baca dulu penghubungnya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Ketua DPR Ade Komarudin setuju dengan wacana kenaikan harga rokok yang rencananya akan naik hingga Rp 50.000 per bungkus.
Menurut Ade, wacana tersebut sekaligus dapat mengurangi kebiasaan masyarakat agar tidak lagi merokok. Rokok, kata Ade, merupakan musuh bangsa yang sudah disadari semua orang.
"Saya setuju dengan kenaikan harga rokok," kata Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/8/2016).
"Tentu kalau bisa makin hari dikurangi," ujarnya.
Di samping itu, lanjut Ade, pendapatan negara juga otomatis akan bertambah jika harga rokok dinaikkan. Kenaikan harga rokok juga akan membantu anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada masa mendatang.
Sikap Pemerintah
Pemerintah mengaku mendengarkan usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Ketua DPR Ade Komarudin setuju dengan wacana kenaikan harga rokok yang rencananya akan naik hingga Rp 50.000 per bungkus.
Menurut Ade, wacana tersebut sekaligus dapat mengurangi kebiasaan masyarakat agar tidak lagi merokok. Rokok, kata Ade, merupakan musuh bangsa yang sudah disadari semua orang.
"Saya setuju dengan kenaikan harga rokok," kata Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/8/2016).
"Tentu kalau bisa makin hari dikurangi," ujarnya.
Di samping itu, lanjut Ade, pendapatan negara juga otomatis akan bertambah jika harga rokok dinaikkan. Kenaikan harga rokok juga akan membantu anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada masa mendatang.
Sikap Pemerintah
Pemerintah mengaku mendengarkan usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus.
Oleh karena itu, pemerintah akan kaji penyesuaian tarif cukai rokok sebagai salah satu instrumen harga rokok.
"Cukai rokok belum kami diskusikan lagi, tetapi kami kan biasanya setiap tahun ada penyesuaian tarif cukainya," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (17/8/2016).
Selama ini, harga rokok di bawah Rp 20.000 dinilai menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di Indonesia.
Hal tersebut membuat orang yang kurang mampu hingga anak-anak sekolah mudah membeli rokok.
Pemerintah mengaku mendengarkan usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus.
Oleh karena itu, pemerintah akan mengkaji penyesuaian tarif cukai rokok sebagai salah satu instrumen harga rokok.
"Cukai rokok belum kami diskusikan lagi, tapi kami kan biasanya setiap tahun ada penyesuaian tarif cukainya," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (17/8/2016).
Selama ini, harga rokok di bawah Rp 20.000 dinilai menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di Indonesia.
Hal tersebut membuat orang yang kurang mampu hingga anak-anak sekolah mudah membeli rokok.
Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany dan rekan-rekannya, ada keterkaitan antara harga rokok dan jumlah perokok.
Dari studi itu terungkap bahwa sejumlah perokok akan berhenti merokok jika harganya dinaikkan dua kali lipat.
Dari 1.000 orang yang disurvei, sebanyak 72 persen bilang akan berhenti merokok kalau harga rokok di atas Rp 50.000.
Pemerintah sendiri mengatakan bahwa cukai rokok selalu ditinjau ulang setiap tahun. Sejumlah indikator menjadi pertimbangan, yakni kondisi ekonomi, permintaan rokok, dan perkembangan industri rokok.
Penulis : Nabilla Tashandra
Sumber : tribunnews 

Yap, informasi mengenai harga rokok yang akan melambung mencapai angka Rp.50,000 ini menjadi perbincangan sengit dalam sepekan terakhir. Jujur awalnya saya pikir ini adalah sebuah hoax tapi ternyata memang benar adanya. Meski masih menjadi wacana dan belum diterapkan sampai saat ini hal ini membuat hati saya terbakar, seakan saya merasa dihianati oleh sikap pemerintan yang tidak pro rakyat (perokok) secara saya adalah perokok. Apa jadinya kalau rokok sampai mencapai angka 50rebu?bayangin aja ngeri. akhirnya muncul lah pemikiran-pemikiran negative akibat parno tingkat berlebihan yang mengalir dalam nadi saya.
  1. Meningkatnya Kriminalitas, kenapa?rokok harga dibawah 20ribu aja orang susah mau beli apalagi sampai 50rebu. Tentu para pecandu rokok akan mencari cara untuk tetap dapat ngebul, saat sudah kepentok dan tidak bisa menjangkau apa yang diinginkan akhirnya akan timbul pikiran kriminal seperti mencuri dari warung, merampok rokok, menjambret rokok orang, atau bahkan begal dijalan untuk minta dibeliin rokok, kan ngeri. Keistimewaan rokok meningkan 1000% *merinding. Lihat aja pecandu narkoba yang tidak mampu beli "Barang" mereka akan berlaku kriminal, jangan sampai perokok juga bernasib sama.. qeqeqeqeqeqeqe
  2. Karyawan Pabrik Rokok di PHK, bisa saja terjadi andai para rokok mania back to nature alias balik lagi ke jaman ngelinting yang sensasinya warbiasah itu. Akhirnya pabrik rokok sedikit demi sedikit mengalami penurunan omset dan akhirnya berujung pada pengurangan jumlah karyawan secara besar-besaran. Alhasil makin banyak pengangguran di negeri tercinta ini. Efek dari pengangguran lagi-lagi kembali ke poin 1 yaitu meningkatnya kriminalitas. Wahh wahhh super sekali efeknya.
  3. Pabrik Rokok Bangkrut, loh kok bisa?kan harganya meningkat?yang meningkat itu penyesuaian cukainya bkn harga dasar rokoknya. Iya kalau tetap laku. anda benar-benar balik ke jaman nglinting apa bisa tuh pabrik rokok ngasilin duit dari penjualan?Alhasil pabrik akan gulung karpet, yang punya pabrik jadi miskin mendadak hal ini meningkatkan angka OMB (orang miskin baru) yang tentunya akan menyusahkan orang miskin senior karena harus berbagi kesengsaraan dengan OMB :v qeqeqeqeqe.
  4. Makin menjamurnya Produsen Rokok Liar, hal ini tak perlu diragukan lagi. Sekarang aja banyak produsen rumahan yang memproduksi rokok secara liar apalagi nanti saat harga rokok melambung tinggi. Disaat orang-orang tidak ada pilihan lain mereka beralih ke rokok tersebut yang pastinya lebih murah karena tidak ada cukai-cukaian. Hasilnya produsen rumahan makin makmur jaya, banyak yang mengikuti jejaknya dan boom merajalela deh produsen rokok liar.
  5. Banyak orang mati mendadak, lah kok bisa?ya bisa apalagi orang yang jantungan dan dia perokok pas mau beli rokok harganya 50rebu jantungnya kumat dan mati :p Rokok yang alami pakai tembakau aja bikin orang mati apalagi jika para perokok move on bakar kertas yang penting ngebul wkwkwkkwkw atau malah beralih ke VAPE (Rokok elektrik) yang katanya mengandung banyak senyawa kimia yang tidak baik untuk kesehatan. Lagi-lagi efek buruk yang berawal dari harga rokok yang melambung melampaui jangkauan kaum perokok.
  6. Kesenjangan sosial, seperti yang kita ketahui rokok merupakan alat penghilang kesenjangan karena dari kalangan elit sampai kalangan paling bawah adalah perokok. Tapi saat rokok menjadi 50rebu/bungkus tentu yang bisa beli hanya orang elit saja dan hal ini memberikan kesenjangan yang akan menimbulkan iri hati dan berujung pada tindakan kriminal (nodong orang kaya buat minta rokok) seperti yang saya jelasin di poin 1 :D xixixixiix, ahh ngeriii...
  7. Devisa negara menurun, anak SD aja sudah tau bahwa salah satu penyumbang devisa negara adalah dari sektor rokok. Apajadinya kalau rokok tidak ada yang beli karena harganya 50rebu?warbiasah efek nominal 50rebu ini ya.
Ahsudahlahhhh. Ternyata memang cukup banyak efek negative dari naiknya harga rokok ini dan juga memang ada hubungan nyata antara rokok dan kriminalitas *ngeri, hal itu terbukti dari pikiran saya sendiri diatas, pikiran ngawur yang tiba-tiba terlintas dengan sendirinya. Setidaknya biarkan hal itu dikaji lebih matang lagi, andai tetap diberlakukan semoga ada solusi agar tidak terjadi hal-hal seperti yang saya takutkan tersebut. Semoga tulisan ini dibaca oleh kaum elit di parlemen agar jadi masukan positif *ngarep setidaknya itulah pikiran polos dari rakyat jelata seperti saya. Hal yang saya tulis diatas bukanlah untuk menyalahkan atau menggugat semua keputusan yang dibuat oleh bapak-bapak di atas sana karena tidak ada yang tau mengapa hal tersebut bisa terjadi, mungkin memang ada faktor yang akan menguntungkan untuk rakyat dimasa akan datang.
Jika ada tambahan poin pemikiran silahkan tulis dikolom komentar, tak masukin dalam poin ke 8 dst.
Akhirulqalam , wassalamualaikum wr.wb.

ttd,

Seluruh rakyat perokok aktif

Selasa, 14 Juni 2016

Saat Ibadah Hanya Sebatas Penghargaan


Selamat datang kembali pembaca, di area berbahaya merusak pikiran. Hahaha, kali ini aku akan ikuti arus tren di bulan ramadhan, apa itu?Tak seperti ramadhan yang lalu, ramadhan kali ini diwarnai dengan berbagai polemik di masyarakat, dari yang menuntut toleransi, dihargai, dihormati, sampai yang terbaru adalah razia warung makan di banten yang membuat seorang ibu tua kesusahan. Mari kita cermati satu-persatu lalu kita kupas dan dirujak *eh* oke cekidot.

Puasa vs Tidak Puasa

Loh kok malah kemana-mana, tunggu dulu. Ini adalah bentuk pikiran terbuka ku, biar gak dikira memihak atau apalah. Menurut ku puasa atau tidak itu adalah urusan seseorang dengan tuhannya, Aku puasa karena Allah, dan jika aku tidak puasa biarkan itu menjadi urusan aku dan tuhanku. Tapi, orang tidak berpuasa pasti memiliki alasannya. Menurut aku ada enam golongan orang yang aku tolerir untuk tidak berpuasa yaitu
1. Non Muslim (Yang tidak memiliki kewajiban berpuasa)
2. Ibu menyusui dan Orang hamil tua.
3. Anak Kecil / Belum baligh
4. Pekerja kasar yang membutuhkan tenaga ekstra untuk menyambung hidup.
5. Musafir (dalam perjalanan jauh).
6. Orang gila.
Keenam golongan orang tersebut sangat boleh untuk tidak berpuasa, setidaknya menurutku pribadi, Jika ada orang muslim dewasa, sehat wal'afiat, bukan pekerja kasar dan tidak sedang menyusui namun tidak puasa, masukan saja pada golongan gila. Jadi kita tidak akan punya masalah apapun dengan yang tersebut.

Toleransi Pada Yang Berpuasa

Toleransi tersebut aku sangat setuju dan mendukung, jangankan pada orang yang berpuasa, toleransi ibadah agama lain saja setuju apalagi yang satu ini. Tapi, jangan pernah lupakan toleransi kita pada yang tidak berpuasa seperti yang aku sebut di poin pertama. Inti dari hidup berdampingan adalah saling support bukan saling menjatuhkan, andai saja pikiran semua orang lebih terbuka dan membuang semua sikap fanatisme berlebihan terhadap suatu golongan atau kelompok, mungkin masalah seperti ini tidak akan pernah terjadi. Andai orang berpuasa menghargai mereka yang tidak berpuasa dengan membiarkan mereka makan seperti biasanya, dan yang tidak berpuasa menghargai yang berpuasa dengan tidak makan sembarangan (tau tempat dan situasi) pasti semua akan indah.

Saat Ibadah Hanya Sebatas Penghargaan

Tapi apa yang terjadi di negaraku yang katanya menganut paham "Bhineka Tunggal Ika" berbeda tetap satu. Apa yang terjadi di negara yang di sila pertama sudah disebutkan "Ketuhanan yang Maha Esa" tapi bertingkah seolah-olah diri sendiri yang menjujung tuhannya, sedangkan yang lain tidak boleh. Indonesia adalah negara yang lahir dari berbagai etnis, suku, budaya dan agama. Bahkan diatur dalam undang-undang kebebasan beragama, lalu apa jadinya semua itu saat semua orang dipaksa untuk merasakan apa yang satu agama rasakan, khususnya di bulan ramadhan ini. Orang non muslim dipaksa untuk susah mencari makan di siang hari karena warung-warung dipaksa tutup, Apa tidak dipikirkan bagaimana seandainya seorang pekerja kasar yang terpaksa tidak berpuasa mencari makan untuk mensuplay tenaga buat bekerja lagi?atau bagaimana pemasukan dari si pemilik warung saat warungnya ditutup?bagaimana andai ada seorang ibu hamil yang kelaparan mencari makan namun warung-warung tutup?berapa banyak kerugian yang dibuat?Lalu mau menyalahkan siapa? Menyalahkan bulan ramadhannya?lalu untuk apa bersusah-susah puasa jika akhirnya menimbulkan kerugian pada sesama? Itu bukanlah bentuk penghargaan atau toleransi namanya, toleransi datang dari hati, buka dipaksa sampai diobrak-abrik begitu, Islam sejati tidak pernah menuntut itu semua tapi menjalani dengan iklas, melihat orang makan disiang hari adalah bentuk cobaan orang berpuasa, se teguh dan sekuat mana iman kita untuk terus berpuasa ditengah-tengah lingkungan yang menggoda itu. Islam tidak menuntuk dihargai atas ibadahnya, islam tidak pernah merugikan sesama, Islam Rahmatan Lil Alamin (memberikan rahmat untuk semua umat semesta) Artinya bukan hanya untuk orang islam itu sendiri, tapi untuk semua ciptaan-Nya. Lalu rahmat apa yang diperoleh mereka jika ada segelintir orang yang mengaku memperjuangkan toleransi saat ramadhan tapi dirinya sendiri tidak mentoleransi orang lain, ibaratnya hukum tabur tuai, apa yang ditanam itu yang kita panen, jika ingin di hormati maka belajarlah menghormati. Negara ini bukan cuma punya umat islam, negara ini punya semua warga Indonesia yang berasal dari berbagai golongan agama, suku dan ras. Negara yang kita cintai ini, tidak hanya harus mengurusi umat islam tapi semua warganya. Jika Ibadah hanya sebatas penghargaan, mungkin sebaiknya kamu ikut lomba saja biar dapat penghargaan dan hadiah. Oh iya, semoga kejadian yang dialami si ibu tua pedagang warteg di Banten tidak lagi terulang, agar tak semakin terlihat kualitas ibadah muslim di indonesia hanya sebatas penghargaan.

Pesan terakhir ku adalah, marilah kita belajar untuk melihat orang lain (non muslim) makan siang saat puasa, loooohhh hahahha maksutnya biar gk baper lagi, puasa liatin orang makan. Itu ujian mas bro, mbak bro. Jadi jalani, anggap itu parameter keimanan kita. Jika tidak tahan lambaikan tangan ke kamera dan nyatakan menyerah, OTW warteg dan makan deh sampe kenyang...

Tulisan ini bukan untuk memojokkan umat Islam, justru aku ingin membuka hati saudara-saudaraku sekalian. Bahwa Islam tidak se manja itu untuk minta dihargai apalagi di hormati (upacara kale pake hormat) :D islam itu tentang keteguhan iman dalam menahan godaan, jadikan semua godaan tantangan bukan malah dihancurkan sehingga membuang nilah godaannya. Dan ingatlah lagi, bahwa kita tidak sendiri, islam tidak sendiri, Islam bukan indonesia, Indonesia bukan islam. Tapi, ada orang Islam di Indonesia. Catatlah, Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku (Tidak perlu saling ikut campur tentang agama orang lain, cukup memantapkan keimanan sendiri).
Jayalah negeriku, semangatlah menggapai hari kemenangan saudara-saudari muslimku. Tetap semangat berpuasa, kurangi emosi, perbanyak senyum, sedikit bicara (mulut bau) perbanyak menulis, kerjaaaa kerjaaa jangan diam saja.. babayyyy..

Rabu, 11 Mei 2016

Disaat Penjahat Menjadi Pahlawan

Disaat Penjahat Menjadi Pahlawan

Akur, Polwan dan Sonya
Entah apa yang ada di benak pembaca semuanya, sayapun bertanya-tanya maksud judul itu. Saya menulisnya begitu saja saat terlintas pikiran mengenai kehebohan akhir-akhir ini di dunia maya, kehebohan apa gerangan? Tentu pembaca inget dengan kehebohan yang belum lama terjadi gara-gara ada seorang siswi SMA yang marah-marah saat distop bu polwan saat mereka konvoi?dan parahnya dia mengaku "Anak" dari seorang petinggi polri, Irjen. Pol. Drs. Arman Depari. Loh kok bisa?ya gak tau, mengapa begitu. Tapi yang bersangkutan mengkonfirmasi bahwa siswi yang mengaku anaknya adalah bukan anak pak arman. Beliau menginformasikan bahwa anaknya laki-laki semua dan berada di jakarta, walah-walah ternyata ngaku-ngaku aja si mbaknya, mungkin cuman keponakan atau kerabat pak arman kali. Bisa jadi karenaa mereka dari daerah yang sama yaitu medan. By the way, siapa sih arman depari itu?Jujur saya baru mendengar namanya saat berita ini menjadi viral dimasyarakat dan heboh. Ternyata beliau adalah Deputi bidang pemberantasan Narkoba (BNN) yang menggantikan Irjen Deddy. Sementara itu, Irjen. Arman depari adalah seorang lulusan Akpol 1985 dan berpengalaman di bidang reserse. Jabatan terakhir beliau adalah Kapolda Kep. Riau. Begitu kira-kira mengenai Bpk Arman depari yang namanya dicatut oleh si Sonya saat diberhentikan polisi.
Kembali ke topik utama Disaat penjahat menjadi pahlawan akhir-akhir ini si sonya (nama siswi itu) kembali menjadi buah bibir di masyarakat, kali ini bukan soal bentak-bentak namu ada yang berbeda 360 derajat.

Dinobatkan menjadi Duta Anti Narkoba,

Sonya, Menjadi duta Anti Narkoba
Sonya dinobatkan menjadi duta anti narkoba oleh Gereja reformis di Medan, Walah apalagi ini? Usut punya usut, penobatan si sonya ini tak lepas dari kasus yang menimpa dirinya sebelumnya. Akibat dari ulahnya yang sempet menghebohkan jagat maya si sonya yang akhirnya menjadi bulan-bulanan di sosial media nampaknya merasakan akibatnya sehingga menurut Gereja reformis yang menobatkan dirinya sebagai Duta anti narkoba, si Sonya ini diberi mandat ini untuk mengembalikan kepercayaan dirinya dan juga masyarakat dan merupakan dukungan moral agar si sonya bisa kembali bangkit lagi. Walah, gitu toh. Ternyata si sonya setres gara-gara di bully orang se kampung maya :D hahahhaha, makanya jangan kebablasan jadi cewek, internet itu kejam dek. Ya sudah, gak ada salahnya memaafkan dan mari kita dukung apapun keputusan itu, saya percaya hal itu tidak merugikan siapapun, terlebih siapa tau dengan begitu sikap arogan si sonya bisa sembuh :p dan menjadi lebih baik dalam bermasyarakat. 

By the way, sudah tau berita terhangat tentang Bocah kampret yang berpose diatas patung pahlawan?Kabarnya mereka dah tertangkap, kapok rasain. Kira-kira merka bakal jadi duta pahlawan gak ya?? :p mari kita tunggu kabar selanjutnya, stay on annoarea.net dan selamat membaca.

Mari budayakan menghormati karya tulis orang lain. Karena tulisan bukan sekedar kumpulan kata, mereka bermakna dan berarti buat yang menulis.

Salam hangat, Mas Nano